Sepak Bola Kuba dan Indonesia

Buat jersey futsal – Cuba adalah negara kecil yang bikin pusing Paman Sam, negara yang luasnya hanya 109.884 km ini menjadi salah satu musuh Amerika Serikat sejak jatuhnya Jenderal Fulgencio Batista. Kuba sudah tidak asing lagi dengan Indonesia, kita tahu bahwa Presiden Soekarno memiliki kedekatan dengan Fidel Castro dan tokoh revolusioner Kuba lainnya, Che Guevara.

Menurut sejarahnya, Kuba pertama kali dikunjungi oleh orang Eropa pada 28 Oktober 1492. Christopher Columbus-lah yang pertama kali mendarat di ujung timur Kuba tepatnya di kota Cazigazgo. Informasi tentang daerah Colón baru ini membuat orang Spanyol menjelajahi lautan untuk menginjakkan kaki di sana.

Invasi Spanyol pertama ke Kuba dipimpin oleh Diego Velzquez de Cullar pada tahun 1511. Mereka segera memicu perlawanan terhadap penduduk asli dan Cuéllar menetapkan dirinya sebagai gubernur Kuba, mewakili kerajaan Spanyol.

Kedatangan bangsa kolonial ini tentu saja membuat marah warga India sebagai penduduk asli Kuba. Salah satu tokoh paling terkenal dari perlawanan Kuba adalah Hatuey. Ia berasal dari suku Taino dan menjabat sebagai cacique atau kepala suku.

Catatan Diego Velázquez pada tahun 1511 menyebutkan bahwa ketika orang Spanyol tiba di Kuba dan mulai mencuri emas dan mengambil Tainos sebagai budak, Hatueylah yang mengangkat tombak dan panah di Spanyol.

Perjuangan pribumi melawan Spanyol berlangsung selama beberapa dekade. Hatuey sendiri, seperti banyak pejuang perlawanan lainnya, mengalami nasib yang menyedihkan, disiksa dan dibakar hidup-hidup oleh orang Spanyol.

Kisah Perlawanan Hatuey sendiri dibawa ke layar lebar dengan judul film Even the Rain.

Menurut berbagai dokumen sejarah, Hatuey ibarat sosok Pitung di Indonesia, antara ada dan bukan. Tapi terlepas dari apakah karakter itu memang benar atau tidak, hasrat Hatuey untuk melawan bangsa kolonial Spanyol menjadi inspirasi bagi klub sepak bola utama Kuba itu.

Pada tahun 1907, ia mendirikan klub sepak bola Kuba pertama dengan nama SC Hatey. Pertanyaan kapan klub ini akan sendirian masih belum jelas. Ada yang mengatakan bahwa klub ini baru didirikan pada 13 Juli 1935. Namun sebenarnya terciptanya klub dengan nama Hatuey tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok yang juga menginspirasi perlawanan terhadap Spanyol di Haiti.

Dikutip dari catatan sepak bola lama, sepak bola Kuba juga tampak dijiwai oleh semangat tidak ingin dijajah oleh Spanyol. Seperti PSSI di Indonesia yang berhadapan dengan Belanda, beberapa klub di Kuba pun mengikutinya.

Seperti Indonesia di tahun 1930-an ketika banyak klub penuh dengan pemain Belanda dan lokal, juga di Kuba.

Sejak pembentukan klub SC Hatey, klub lain telah muncul di berbagai kota di Kuba. Mereka melakukan pertandingan informal dimana sebagian besar pemainnya berasal dari Spanyol.

Sepak bola Kuba mulai terasa dengan kedatangan Inggris pada 1909. Pada tahun itu, beberapa warga Inggris mendirikan klub bernama Rovers Athletic Club. Belakangan, klub ini didaftarkan untuk memainkan pertandingan resmi sepak bola pertama di Kuba pada 11 Desember 1911.

Saat itu, Rovers sedang memainkan pertandingan melawan SC Hautey dalam kompetisi yang diikuti oleh berbagai klub seperti CF Hispano-Amrica dan Euskeria SC.

Menurut catatan PSSI Kuba, Rovers memenangkan kompetisi tersebut. Namun baru pada tahun 1912, klub ini tercatat sebagai yang pertama menjuarai Liga Kuba. Yang juga menjadi persamaan antara sepak bola Kuba dan Indonesia adalah kedua timnas negara-negara ini mengikuti kompetisi Piala Dunia pertama tahun 1938 di Prancis. Ya, meski Indonesia masih memakai nama Hindia Belanda saat itu.

Itulah catatan yang berhasil dirangkum oleh Musumejima.