Sejarah dan Tradisi Karangan Bunga Papan di Indonesia

Musumejima – Karangan bunga bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Karangan bunga biasanya dapat dijadikan sebagai hadiah atau dapat dijadikan sebagai pengungkapan perasaan terhadap seseorang, seperti ucapan selamat atau bela sungkawa. Karangan bunga papan merupakan salah satu jenis karangan bunga yang paling dimintai atau paling sering dilihat oleh masyarakat Indonesia. Dapat disebut, bahwa karangan bunga papan merupakan salah satu pajangan khas Indonesia dalam acara-acara besar, seperti pernikahan, kelahiran, khitanan, peresmian perusahaan atau ungkapan berbelasungkawa. Di Indonesia, tak sulit mendapatkan toko-toko bunga yang menjual berbagai macam karangan bunga papan, misalkan di Aliciaflorist yang memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia. Namun, sebaiknya kenali terlebih dahulu, bagaimana sejarah dari karangan bunga papan tersebut dan bagaimana awal mula terbentuknya tradisi memberi karangan bunga papan terhadap seseorang di Indonesia dan berikut adalah penjelasannya!

Sejarah dan Tradisi Karangan Bunga Papan

Di tahun 1970-an, karangan bunga papan dikenal sebagai istilah steekwerk. Istilah ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu gabungan dari kata steek yang berarti sulam dan werk yang berarti pekerjaan, yang kemudian diartikan sebagai kegiatan membuat sulaman di atas sebuah media. Hingga tahun 1980-an, istilah steekwerk hanya diperuntukkan bunga papan saja.

Di Jakarta pada tahun 1970-an, karangan bunga papan dibuat dari gulungan tanaman rambat dari kebun-kebun kosong. Gulungan tersebut dibuat dengan merapatkan dan memadatkan tanaman tersebut, lalu diletakan di atas kayu 3 kaso atau bambu besar yang kemudian dibentuk menjadi sebuah papan besar seperti layar, disebut demikian karena pada saat itu, karangan bunga papan memiliki ukuran dengan rata-rata 3×2 meter. Serta terdapat pula penambahan kain yang digunakan untuk menutupi gulungan pohon rambat dan biasanya penggunaan kalimat seperti “Selamat Berbahagia” atau “Selamat dan Sukses” terbuat dari bunga suyok (bunga sejenis marigold atau bunga tahi kotok) berwarna kuning yang disulam. Jadi istilah karangan bunga papan, diambil dari menerjemahkan kata steekwerk, serta para pedagang mengadopsi penyebutan nama dari pembeli luar negeri yaitu “flower of board” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi bunga papan, yang sebenarnya pada awalnya tidak terlalu dikenal oleh para pedagang bunga yang baru tumbuh sedikit di Jakarta.

Namun terlepas dari itu semua, sejarah tradisi memberi karangan bunga papan di Indonesia, tak lepas dari pengaruh Kerajaan-kerajaan Hindu pada masa-masa kejayaannya di masa lalu. Saat itu, karangan bunga papan digunakan dalam acara-acara keagamaan dan upacara adat istiadat, serta jika seorang raja mengadakan suatu acara pernikahan, maka istana kerajaan akan dipenuhi oleh berbagai macam hiasan dari karangan bunga dan tak luput pula, kiriman-kiriman bunga dari kerajaan-kerajaan lain sebagai tanda penghormatan terhadap kerajaan yang menggelar acara.

Dan seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman, karangan bunga papan sudah mengalami banyak perubahan secara fungsional. Saat ini di Indonesia, banyak sekali jenis-jenis dari karangan bunga, mulai dari karangan bunga buket , bunga vas, bunga meja, krans dan lain-lain, serta yang paling diminati yaitu karangan bunga papan. Kalian dapat memesan dan membeli berbagai jenis karangan bunga di Alicia Florist yang dapat kalian temukan di kota-kota besar di Indonesia, mulai dari Makassar, Jakarta, Bandung hingga Karawang. Untuk mengetahui lebih lanjut, kalian dapat mengunjungi situs resminya di www.aliciaflorist.com atau dapat mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp di nomor 0812-3454-0602.