Memahami Karakteristik Siswa Sebagai Peserta Didik

Musumejima –┬áPenting agar guru yang cerdas dapat mengenali dan memahami karakteristik siswa. Salah satu keuntungan ketika guru mengenali dan memahami karakter siswa adalah proses belajar mengajar berkembang lebih baik. Lantas apa saja strategi yang dapat diterapkan untuk mengenali dan memahami karakter siswa? Berikut penjelasan Informasi Pendidikan No #1

1. Ketahui temperamen siswa

Pada dasarnya cara siswa memahami materi dan melaksanakan tugas sangat erat kaitannya dengan temperamen siswa itu sendiri. Eksplorasi cara baru dalam menyelesaikan tugas juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa.

Ada siswa yang terlihat antusias dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada pula karakter siswa yang cenderung berhati-hati dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi lama kelamaan santai. Dan ada karakter siswa yang lambat beradaptasi dan mudah meledak emosi.

Cara siswa belajar dan mengerjakan pekerjaannya pada umumnya dipengaruhi oleh karakteristik siswa, termasuk cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. Perlu dicatat bahwa pemahaman karakter siswa juga mencakup anteseden dan pengalaman yang mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran.

2. Mengamati siswa selama proses pembelajaran

Sebagai individu, karakter siswa dapat dilihat dari cara mereka berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Cara siswa berinteraksi dengan teman sebayanya juga dapat memberikan petunjuk tentang karakteristik mereka. Selain itu, pola interaksi yang sama dapat diulang ketika siswa harus bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah dalam kelompok.

Ciri-ciri siswa apa lagi yang penting untuk dipertimbangkan selama proses pembelajaran? Guru yang cerdas perlu memperhatikan cara siswa berkomunikasi, baik itu bertanya, aktif berpartisipasi dalam diskusi, hingga tingkat kesulitan dalam melaksanakan tugas.

Ekspresi wajah juga dapat menunjukkan apakah siswa telah memahami suatu topik atau belum. Ciri-ciri siswa juga dapat dilihat dari perilakunya: apakah mereka relatif tenang, apakah mengganggu kelas, dll. Proses belajar siswa yang kurang lancar pada akhirnya dapat menghambat proses belajar mengajar di kelas, misalnya dengan mengganggu teman-temannya.

3. Komunikasi dua arah

Komunikasi dua arah merupakan indikator penting dari karakteristik guru dan siswa abad ke-21 dan berperan penting sebagai sarana bagi guru untuk mempelajari perspektif dan perasaan siswa. Memang siswa dapat menyampaikan apa yang ingin mereka ketahui dan pelajari melalui komunikasi yang baik dengan gurunya.

Bagaimana mengembangkan komunikasi dua arah yang baik? Guru yang cerdas bisa memulai dengan menanyakan pendapat siswa, misalnya. Alih-alih menjelaskan, guru dapat mengajak siswa untuk berpikir aktif dengan menanyakan “mengapa” atau “bagaimana”.

Tugas atau proyek juga dapat didiskusikan dengan siswa. Melibatkan siswa dalam menentukan tugas yang akan diberikan, termasuk ketua kelompok, merupakan bentuk komunikasi dua arah yang berjalan dengan baik.

Cara mengelola kelas dengan karakteristik siswa yang berbeda adalah dengan memahami setiap karakteristik yang ada. Namun, komunikasi dua arah yang baik dapat menentukan ke mana pemahaman akan karakteristik peserta didik ini akan mengarah.

4. Daftarkan siswa dalam program pengenalan diri

Jika guru perlu memahami karakteristik siswa, bagaimana dengan siswa itu sendiri? Karakteristik siswa abad 21 tidak dapat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka perlu mengenali potensinya, bukan hanya karakternya, tapi juga bakat dan minatnya.

Jika karakteristik siswa dapat dipahami melalui observasi, bakat dan minat memerlukan bentuk pemahaman yang berbeda. Bakat yang dimiliki siswa dapat dilihat dari kemampuan, prestasi, bahkan tes kecerdasannya. Sementara itu, para siswa menunjukkan minat pada hobinya, kegiatan setelah sekolah yang mereka ikuti, kegiatan yang mereka sukai, dan kuis minat yang mereka ikuti.

Semakin banyak siswa mengenal dirinya sendiri, semakin mudah bagi guru untuk membantu mereka memahami pelajaran. Di sisi lain, semakin baik guru memahami karakteristik siswa maka pengelolaan kelas akan semakin baik. Oleh karena itu, pemahaman karakter siswa berdampak positif bagi siswa itu sendiri dan guru.